Bacaan
Hangat
Terkini
Viral

(Video & Gambar) Suap Budak Makan Cacing, Bukan Berlaku Di Malaysia, 'Nyale' Makanan Tradisi Masyarakat Lombok


Pagi ini Page Siakap Keli menerima beratus-ratus mesej di mana katanya berlaku kes penganiayaan seorang wanita terhadap seorang kanak-kanak di mana telah disuap cacing.

Berdasarkan percakapan wanita berkenaan tertanya dia berasal daripada negara jiran Indonesia, maka ramai yang menyangka ianya seorang pembantu rumah dan menginaya anak majikan.



Hasil carian kami ternyata ramai yang salah faham tentang video berkenaan, sebenarnya kejadian telah berlaku di Lombok, Indonesia.

Untuk pengetahuan semua pembaca, sebenarnya cacing yang dikenali sebagai nama 'nyale'  atau cacing laut ini merupakan makanan tradisional masyarakat Lombok, bahkan cacing berkenaan dikatakan hanya boleh ditangkap setahun sekali sehingga diadakan pesta menangkap Nyale.

Pesta menangkap Nyale merupakan sebuah peristiwa dan tradisi yang mempunyai nilai mistik yang tinggi bagi Suku Sasak, Suku asli Pulau Lombok.

Video yang menjadi viral ketika ini sebenarnya telah dimuatnaik oleh seorang pengguna Facebook berasal daripada Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, bernama Deri Lioni pada 18 Februari lalu di mana dia menyuap Nyale kepada anaknya bernama Zahro, namun dia telah menurunkan video berkenaan selepas dikecam mereka yang tidak tahu usul periksanya.

Jadi untuk buktikan apa yang admin cakap ini, jom kita tengok video-video dan gambar pesta menangkap nyale di pantai Lombok.












Ini komen apa yang Admin jumpa di komen.


Berdasarkan carian, katanya cacing ini paling nikmat (sedap) dimasak masak lemak cili api, boleh dimasak dengan pelbagai cara, goreng, sup, sambal bahkan di makan mentah kalau boleh telan.

Jadi, segala persoalannya telah pun terungkai, ianya bukan kes aniaya, tetapi makanan tradisi bagi masyarakat di Lombok, Indonesia.

Jom baca sikit kisah lagenda mengenai Nyale ini. (Wikipedia)


Pesta atau upacara Bau Nyale merupakan sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi Suku Sasak, Suku asli Pulau Lombok. Keberadaan pesta bau nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian selatan.

Putri Mandalika, seorang putri cantik jelita yang menjelma menjadi cacing nyale dan muncul sekali dalam setahun di Pantai Lombok. Siapa sangka cacing nyale yang diperebutkan dan dicari-cari setiap tahun oleh masyarakat Lombok ini adalah jelmaan dari seorang putri yang sangat cantik yang jaman dahulu diperebutkan oleh pangeran-pangeran dari berbagai kerajaan di Lombok.

Putri Mandalika adalah putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting. Raja ini terkenal karena kebijaksanaannya sehingga rakyatnya sangat mencintainya karena mereka hidup makmur. Putri Mandalika hidup dalam suasana kerajaan dan dihormati hingga dia menginjak dewasa.
Saat dewasa Putri Mandalika tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan mempesona.

Kecantikannya tersebar hingga ke seluruh Lombok sehingga Pangeran-Pangeran dari berbagai Kerajaan seperti Kerajaan Johor, Kerajaan Lipur, Kerajaan Pane, Kerajaan Kuripan, Kerajaan Daha, dan kerajaan Beru berniat untuk mempersuntingnya.


Mengetahui hal tersebut ternyata membuat sang Putri menjadi gusar, karena jika dia memilih satu di antara mereka maka akan terjadi perpecahan dan pertempuran di Gumi Sasak. Bahkan ada beberapa kerajaan yang memasang senggeger agar Sang Putri jatuh hati padanya. Namun hal ini malah membuat sang Putri makin gusar.

Setelah berpikir panjang, akhirnya sang Putri memutuskan untuk mengundang seluruh pangeran beserta rakyat mereka untuk bertemu di Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan ke 10 menurut perhitungan bulan Sasak tepatnya sebelum Subuh. Undangan tersebut disambut oleh seluruh pangeran beserta rakyatnya sehingga tepat pada tanggal tersebut mereka berduyun-duyun menuju lokasi undangan.


Setelah beberapa saat akhirnya Sang Putri Mandalika muncul dengan diusung oleh prajurit-prajurit yang menjaganya. Kemudian dia berhenti dan berdiri di sebuah batu dipinggir pantai. Setelah mengatakan niatnya untuk menerima seluruh pangeran dan rakyat akhirnya Sang Putri pun meloncat ke dalam laut. Seluruh rakyat yang mencarinya tidak menemukannya. Setelah beberapa saat akhirnya datanglah sekumpulan Cacing berwarna-warni yang menurut masyarakat dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika - Siakapkeli.my
Sekiranya anda berminat untuk jimatkan kredit telefon anda boleh tekan sini.
Blogger ( 0 ulasan )

Facebook ( comments)

Sedang Hangat

©2014 Siakapkeli